Koenci.com-Di tengah ketatnya persaingan bisnis dan pesatnya perkembangan teknologi digital, puluhan pelaku UMKM di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mendapatkan suntikan semangat baru untuk mengembangkan usaha mereka. Melalui program bertajuk Rona Rasa Cempaka Baru, mahasiswa tingkat akhir LSPR Institute of Communication and Business hadir membawa solusi nyata agar UMKM lokal mampu naik kelas dan bersaing di era digital.

Program yang diinisiasi oleh KALANA PR Consultant Group ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan yang masih dihadapi banyak UMKM Indonesia, mulai dari minimnya identitas merek, keterbatasan pemasaran digital, hingga sulitnya menjangkau konsumen baru.

Padahal, data menunjukkan peluang yang sangat besar. Hingga Juli 2024, baru sekitar 39,7 persen UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Sementara itu, berbagai penelitian mengungkap bahwa digitalisasi mampu meningkatkan omzet usaha hingga 80 persen dalam kurun waktu satu tahun.

UMKM Punya Produk Berkualitas, Tapi Belum Banyak Dikenal

RW 02 Cempaka Baru dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki banyak pelaku usaha kuliner rumahan dengan cita rasa khas yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Sayangnya, banyak produk unggulan tersebut belum dikenal luas karena kurangnya strategi branding dan pemasaran digital.

Tim LSPR dan Lurah Cempaka Baru meninjau UMKM di lokasi. (Foto Koenci.com)

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa LSPR menghadirkan serangkaian pelatihan yang dirancang khusus untuk membantu para pelaku UMKM memahami pentingnya membangun identitas merek dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi.

“Kami melihat banyak pelaku UMKM memiliki produk yang berkualitas dan berpotensi berkembang lebih besar. Namun, masih ada tantangan dalam membangun brand dan memanfaatkan teknologi digital. Melalui program ini kami ingin membantu mereka memperluas pasar dan meningkatkan daya saing,” ujar Ketua Pelaksana Rona Rasa Cempaka Baru, Cerry Carissa.

Belajar Branding hingga Rahasia Promosi Lewat WhatsApp Business

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelatihan bertema “Mengapa UMKM Perlu Memiliki Identitas Brand?” yang dibawakan oleh akademisi dan praktisi komunikasi Geofakta Razali, S.Psi., S.I.Kom., M.I.Kom., CLI.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana sebuah merek dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperkuat citra usaha, hingga menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan pasar.

Tak berhenti di situ, pelatihan berikutnya menghadirkan Delisya, Founder BND Wears, yang membagikan pengalaman sukses memanfaatkan WhatsApp Business sebagai alat pemasaran yang efektif dan mudah diterapkan oleh pelaku UMKM.

Peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan katalog digital, strategi komunikasi dengan pelanggan, hingga teknik promosi sederhana yang dapat diterapkan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Berfoto bersama dengan LSPR dan Lurah serta Ketua RW 2. (Foto Koenci.com)

Bazar UMKM Diserbu Pengunjung, Produk Lokal Jadi Sorotan

Puncak kemeriahan Rona Rasa Cempaka Baru berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026 melalui penyelenggaraan bazar UMKM yang menampilkan beragam produk kuliner unggulan warga.

Mulai dari asinan, gado-gado, nasi goreng, bolu kukus gula merah, hingga berbagai camilan tradisional khas rumahan berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang. Bazar ini menjadi panggung bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

Tidak hanya menjadi ajang promosi, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan usaha para peserta.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Novitha, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program tersebut.

“Melalui pelatihan ini saya jadi lebih memahami pentingnya identitas brand dan cara memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk. Saya berharap usaha saya bisa menjangkau lebih banyak pelanggan ke depannya,” ujarnya.

Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Masa Depan UMKM

Kesuksesan program ini turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk pengurus RW 02, Karang Taruna, masyarakat setempat, serta siswa-siswi SMAN 77 Jakarta dari ekstrakurikuler sinematografi Granaven yang membantu dokumentasi kegiatan.

Lebih dari sekadar bazar dan pelatihan, Rona Rasa Cempaka Baru menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat mampu menciptakan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi lokal.

Dengan semangat pemberdayaan dan transformasi digital, program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak UMKM yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Rona Rasa Cempaka Baru bukan hanya tempat berjualan, tetapi ruang belajar dan berkembang bagi para pelaku UMKM agar semakin percaya diri dalam memasarkan produknya serta memanfaatkan peluang di era digital,” tutup Cerry Carissa. (R002)

Shares: