Koenci.com-Peringatan Hari Kartini 2026 di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkap fakta mencolok.
Perempuan mendominasi hampir setengah kekuatan pegawai, namun belum sepenuhnya menembus pucuk kepemimpinan.
Dalam acara yang digelar di Jakarta, Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa perempuan kini menjadi aktor penting dalam penggerak layanan pertanahan dan tata ruang di Indonesia.
“Perempuan bukan sekadar pegawai biasa, tetapi memiliki peran strategis,” tegasnya.
Data terbaru menunjukkan, dari total 33.751 pegawai, sebanyak 45% atau 15.084 merupakan perempuan. Namun, hanya 28% yang berhasil menduduki jabatan struktural. Sementara itu, mayoritas lainnya masih berada di posisi pelaksana.
Ketimpangan ini menjadi sorotan utama dalam semangat perjuangan emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini. Meski peluang terbuka lebar, jalan menuju kursi kepemimpinan bagi perempuan dinilai masih penuh tantangan.
Tak hanya soal karier, isu kesehatan juga menjadi perhatian serius dalam peringatan ini. Berbagai kegiatan seperti sosialisasi penyakit menular, edukasi kesehatan reproduksi, hingga layanan cek kesehatan gratis dan vaksinasi turut digelar.
Menurut Hariyadi Wibowo, perempuan memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan generasi bangsa. “Kesehatan fisik dan mental harus dijaga agar perempuan bisa menjalankan perannya secara optimal,” ujarnya.
Mengusung tema “Perempuan sebagai Entitas Penjaga Peradaban dan Pemersatu Bangsa”, acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unit kerja ATR/BPN dan Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta.
Peringatan ini menjadi momentum penting: di satu sisi menunjukkan kemajuan signifikan peran perempuan di birokrasi, namun di sisi lain membuka realita bahwa perjuangan menuju kesetaraan di level pimpinan masih jauh dari selesai. (R002)








