Koenci.com-Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, tampil menggila di ajang Auto China 2026.
Di tengah revolusi industri kendaraan listrik global, Volkswagen menunjukkan taringnya dengan strategi agresif yang tak hanya fokus pada elektrifikasi, tetapi juga kecerdasan buatan (AI) yang siap mengubah cara manusia berkendara selamanya.
CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, secara tegas menyebut Tiongkok sebagai pusat transformasi global mereka. Bukan tanpa alasan—pasar otomotif terbesar di dunia ini kini menjadi medan perang utama bagi teknologi masa depan.
Serangan Besar-besaran, 20 Mobil Listrik Sekaligus
Volkswagen mengumumkan peluncuran lebih dari 20 kendaraan elektrifikasi sepanjang 2026. Dari mobil listrik murni hingga plug-in hybrid, semuanya disiapkan untuk mendominasi jalanan Tiongkok. Ambisi mereka bahkan lebih gila: 50 model elektrifikasi ditargetkan meluncur sebelum 2030.
Dua Model Mobil Listrik
Volkswagen ID. AURA T6 hadir sebagai SUV listrik menengah dengan teknologi canggih, mulai dari sistem bantuan berkendara Level 2 hingga pembaruan software otomatis (OTA) yang membuat mobil terus “berevolusi”.

Volkswagen ID. UNYX 09 tampil sebagai sedan listrik premium sepanjang 5 meter dengan kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi secara natural dengan pengemudi.
Keduanya dibangun dengan arsitektur elektronik terbaru yang dikembangkan langsung di Tiongkok—membuktikan keseriusan Volkswagen dalam menyesuaikan diri dengan pasar lokal.
Yang paling mengejutkan, Volkswagen memperkenalkan konsep “Agentic AI for All”—teknologi yang memungkinkan mobil memahami konteks, membaca kebutuhan pengguna, bahkan mengambil keputusan secara mandiri.
Ini bukan lagi mobil biasa. Ini asisten pintar di atas roda.
Menurut Ralf Brandstätter, hanya dalam 36 bulan, Volkswagen berhasil mengembangkan portofolio kendaraan listrik pintar yang siap diproduksi massal dan langsung digunakan di jalan raya. (R002)









