Koenci.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melontarkan pernyataan tegas soal tata kelola organisasi saat menjadi pembicara dalam Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan VIII di Kabupaten Semarang. Menurut Menteri Nusron organisasi tidak akan pernah maju tanpa disiplin.
Menteri Nusron di hadapan ratusan kader BANSER, Nusron menegaskan bahwa organisasi tidak akan pernah maju tanpa disiplin, pembagian tugas yang jelas, dan tata kelola yang kuat.
“Jangan mimpi organisasi maju kalau tidak punya tata kelola yang baik,” tegas Menteri Nusron dalam pemaparannya di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Semarang.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena dinilai menyinggung banyak organisasi yang masih bergantung pada satu figur pemimpin.
Menurut Menteri Nusron, kekuasaan yang terpusat hanya akan melemahkan sistem organisasi dan menghambat regenerasi kepemimpinan.
Kekuasaan Tidak Boleh Dipegang Satu Orang
Dalam materinya tentang penguatan good governance dan SDM organisasi, Nusron secara terbuka mengingatkan pentingnya pendelegasian kewenangan di setiap level kepemimpinan.
“Prinsipnya, tidak boleh kekuasaan berpusat di satu orang. Dibagi masing-masing agar semuanya memegang peranan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pimpinan pusat seharusnya hanya memberikan arahan dan panduan umum, sementara pelaksanaan teknis diberikan kepada masing-masing cabang atau tingkatan organisasi.
Pernyataan tersebut memicu perhatian peserta karena dianggap relevan dengan tantangan banyak organisasi modern yang sering mengalami konflik internal akibat dominasi elite tertentu.
Good Governance Jadi Kunci Organisasi Bertahan
Menurutnya Menteri Nusron, inti dari good governance sebenarnya sederhana, yakni disiplin menjalankan aturan, memiliki SOP yang jelas, serta memastikan setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai banyak organisasi gagal berkembang karena tidak memiliki sistem pengawasan dan pelaporan yang rapi.
“Tata kelola itu aturan main. Organisasi harus punya sistem yang jelas,” katanya.
Tak hanya itu, Nusron juga mengingatkan pentingnya menyamakan visi demi menghindari konflik kepentingan di internal organisasi.
Kepentingan Organisasi Harus di Atas Kepentingan Pribadi
Dalam sesi penutup, Nusron menekankan bahwa setiap anggota organisasi wajib mendahulukan kepentingan negara, agama, dan organisasi dibanding kepentingan pribadi.
“Kata kuncinya adalah kita mencari kemanfaatan untuk kebesaran organisasi,” pungkasnya. (R002)









