Koenci.com-Harapan untuk mengubah masa depan mendorong ribuan warga Jakarta mengikuti seleksi pelatihan Bahasa Jepang yang digelar Pusat Pelatihan Kerja dan Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo, beberapa waktu lalu.
Sebanyak 1.000 peserta dari berbagai latar belakang memadati lokasi seleksi di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, dengan satu tujuan yang sama, meraih kesempatan bekerja secara legal dan profesional di Jepang.
Tingginya antusiasme peserta menjadi cerminan meningkatnya minat masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri, khususnya Jepang, yang dikenal memiliki sistem kerja tertib, upah kompetitif, serta perlindungan tenaga kerja yang baik.
Perhatian Wagub Rano Karno
Program pelatihan ini pun mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, yang hadir meninjau proses seleksi bersama Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Dalam kunjungannya, Rano Karno menyapa peserta satu per satu dan meninjau tahapan seleksi yang berlangsung di ruang serbaguna PPKPI.
Ia menegaskan pentingnya pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan pasar kerja internasional sebagai strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran.
“Pelatihan seperti ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kesiapan kerja. Inilah bekal penting agar masyarakat Jakarta mampu bersaing di pasar global,” ujar Rano.
Pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan program perdana yang diselenggarakan PPKPI Pasar Rebo.
Kepala PPKPI Pasar Rebo, Siti Jamharoh, menjelaskan bahwa program tersebut dibuka sebagai respons atas tingginya permintaan tenaga kerja di Jepang serta besarnya animo warga Jakarta yang ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.
“Ini pertama kali kami membuka pelatihan Bahasa Jepang. Sebelumnya kami hanya menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris dan Korea. Peminat Jepang ternyata sangat tinggi, pendaftar mencapai lebih dari 1.000 orang.
Dari 1.000 peserta tersebut, hanya 20 orang yang akan terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif selama 72 hari atau sekitar tiga bulan.
Siti menambahkan, Jepang saat ini membuka peluang kerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, perhotelan, kuliner, hingga layanan kesehatan. Oleh karena itu, peserta pelatihan tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tetapi juga pemahaman budaya kerja, disiplin, serta etos kerja khas Jepang.
“Kami ingin lulusan pelatihan ini siap secara menyeluruh dan dapat langsung terserap di dunia kerja. Target akhirnya tentu pemberangkatan ke Jepang,” ujarnya.

Di antara ratusan peserta, terselip kisah harapan seperti yang dirasakan Michael Johan Tomatala (34). Warga Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, ini mengaku mengikuti seleksi dengan penuh semangat meski harus bersaing ketat.
Bagi Michael, bekerja di Jepang bukan sekadar impian pribadi, melainkan jalan untuk memperbaiki kehidupan keluarga.
“Kalau bisa kerja di Jepang, penghasilannya tentu lebih baik.
Minat ke Jepang Meningkat
Nauli Fajarillah Siregar, Direktur Utama PT Danayasa Atma Dipa, mengatakan, minat masyarakat Indonesia terhadap Bahasa Jepang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Jepang dinilai menjadi negara tujuan favorit karena sistem kerja yang jelas dan penghargaan tinggi terhadap profesionalisme.
“Bahasa Jepang adalah modal utama. Karena itu peserta harus serius dan berkomitmen penuh sejak masa pelatihan.
Disiplin sejak awal akan sangat menentukan saat mereka bekerja nanti,” kata Nauli.

Ia berharap semakin banyak pemuda Indonesia yang berani mengambil peluang tersebut.
“Bekerja di Jepang bisa menjadi pilihan untuk mengubah nasib. Jika dikelola dengan baik, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Nauli berharap para peserta yang nantinya berangkat ke Jepang mampu bekerja dengan baik, menyelesaikan kontrak, serta menjaga nama baik Indonesia dan lembaga pendamping.
“Kami mendampingi mereka sejak belajar Bahasa Jepang hingga ke pengiriman ke negeri Sakura tersebut. Harapannya mereka pulang membawa pengalaman, keterampilan, dan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Program pelatihan Bahasa Jepang di PPKPI Pasar Rebo ini diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Jakarta untuk menembus pasar kerja internasional sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global — bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai duta bangsa di negeri orang. (R002)









