Koenci.com-Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, merayakan ulang tahunnya dengan hasil manis pada Sprint Race MotoGP Mandalika 2026. Pembalap asal Italia itu sukses finis di posisi ketiga pada Sprint Pertamina Grand Prix of Indonesia, Sabtu, sekaligus meraih podium pertamanya di Indonesia.
Sementara itu, rekan setimnya, Franco Morbidelli, harus menjalani balapan yang lebih sulit. Pembalap Italia-Brasil tersebut menyelesaikan Sprint Race di posisi ke-14 setelah kehilangan sejumlah posisi pada lap-lap awal.
Hasil ini menjadi pencapaian positif bagi Di Giannantonio yang tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi. Ia menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 29,048 detik, sekaligus mengamankan tempat di baris depan saat start.
Memulai balapan dengan baik, Di Giannantonio bahkan berhasil memimpin selepas tikungan pertama. Namun, insiden kontak dengan pembalap lain membuatnya kehilangan tiga posisi.
Meski demikian, pembalap bernomor 49 itu tidak menyerah. Dari posisi keempat, ia berusaha mengejar para rival dengan menjaga ritme balapan yang konsisten dan mempertahankan kecepatan kompetitif di barisan depan.
Upaya tersebut membuahkan hasil.
Di Giannantonio berhasil mengamankan posisi ketiga hingga garis finis dan kembali naik podium Sprint di hadapan para penggemar MotoGP Indonesia.
Tambahan poin dari Mandalika membuat Di Giannantonio kini menempati posisi keenam klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP dengan koleksi 237 poin.
“Secara keseluruhan, saya sangat senang. Ini hari yang luar biasa dengan start dari baris depan dan finis ketiga pada Sprint Race,” ujar Di Giannantonio.
Ia mengakui memiliki potensi untuk meraih hasil lebih baik. Namun, suhu ban yang meningkat ketika berada terlalu dekat dengan rival membuatnya kesulitan melakukan manuver menyalip dengan aman.
“Ketika sangat dekat dengan lawan, suhu ban menjadi terlalu tinggi sehingga menyalip terasa terlalu berisiko. Tanpa kendala tersebut dan insiden pada awal balapan, kami mungkin bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” jelasnya.
Di Giannantonio menegaskan timnya akan terus mengevaluasi performa motor dan melakukan perbaikan untuk menghadapi balapan utama.
Franco Morbidelli Berjuang dari Posisi Belakang
Berbeda dengan Di Giannantonio, Morbidelli mengalami tantangan sejak sesi kualifikasi. Setelah memastikan tiket langsung ke Q2 pada Jumat, ia mengakhiri kualifikasi di posisi ke-11 dengan catatan waktu 1 menit 29,790 detik. Hasil tersebut hanya terpaut empat perseribu detik dari posisi 10 besar.
Memulai Sprint Race dari baris keempat, Morbidelli kehilangan empat posisi pada lap pembuka dan sempat berada di urutan ke-18.
Pembalap bernomor 21 itu kemudian berusaha memperbaiki posisinya secara bertahap.
Ia mampu menemukan ritme yang lebih baik dan memangkas jarak dengan pembalap di depannya, meskipun upaya tersebut belum cukup untuk membawanya masuk ke zona poin yang lebih baik.
Morbidelli akhirnya finis di posisi ke-14. Hasil tersebut menempatkannya di urutan ke-16 klasemen sementara MotoGP dengan raihan 57 poin.
“Sprint Race hari ini cukup sulit, terutama pada lap-lap awal ketika saya kehilangan banyak posisi. Saya belum bisa melaju secepat yang diinginkan saat menggunakan ban baru karena membutuhkan waktu untuk memaksimalkan potensi motor,” ungkap Morbidelli.
Meski demikian, ia melihat adanya perkembangan positif dibandingkan sesi sebelumnya. Salah satu fokus utamanya untuk balapan utama adalah meningkatkan kecepatan sejak awal agar potensi motor dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Fokus Hadapi Balapan Utama MotoGP Mandalika
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan mencapai puncaknya pada Minggu melalui balapan utama di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Balapan utama dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WITA atau 14.00 WIB, dengan jadwal khusus pada akhir pekan balap tersebut.
Bagi Pertamina Enduro VR46 Racing Team, podium Di Giannantonio menjadi modal penting untuk menghadapi balapan utama.
Sementara itu, Morbidelli akan berupaya memperbaiki performanya sejak lap pertama demi mendapatkan hasil yang lebih kompetitif.
Dukungan penggemar Indonesia diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi kedua pembalap untuk menutup akhir pekan MotoGP Mandalika dengan hasil terbaik. (R002)









