KOENCI.COM, Kota Depok – Ceria, bahagia, dan aktif jadi satu ciri Pramuka Siaga yang dicita-citakan. Maka salah satu upaya yang dilakukan Kwarcab Kota Depok melalui Pesta Siaga, Alun-Alun Timur Kota Depok, GDC, Sabtu (10/10/2026).
Melibatkan Satuan Karya (Saka) dalam pelaksanaannya dengan harapan mengenalkan beberapa keterampilan dan kecakapan dimiliki untuk pembinaan generasi muda.
Sehingga ketika mereka sudah memasuki jenjang Pramuka Penegak atau Pandega dapat menentukan memilih Saka yang diminati. Lebih jauh dari itu bahwa Satuan Karya dapat menjadi wadah persiapan mereka dalam memilih jenjang karier.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Depok, Kakak Wahid Suryono ini diikuti oleh 888 peserta yang terdiri atas perwakilan Pramuka Siaga di 11 Kecamatan di Kota Depok. Tema yang diusung adalah Siaga Mandiri, Aktif, Rajin, dan Tangguh (SMART).

Dangau Hijau tentang wawasan kebangsaan, Dangau Putih tentang Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Dangau Kuning tentang Tanaman Obat Keluarga, Dangau Biru tentang Pembuatan Pesawat Paper Plane, dan Dangau Merah tentang Mencari Pertolongan dalam Situasi Darurat
Dalam pelaksanaan rotasi dangau, Kak Wahid melakukan kunjungan, satu di antaranya ke Dangau Merah. Di Dangau tersebut ketua Kwarcab terlihat antusias dengan apa yang ditampilkan dan disampaikan.
Ketertarikan ketua Kwarcab dipicu oleh materi yang sampaikan untuk Pramuka Siaga yaitu terkait bagaimana meminta pertolongan dalam situasi darurat. Karena pada umumnya jika anak usia kelas 1 sampai dengan 3 tingkat sekolah dasar saat melihat kejadian seperti itu mereka umumnya bingung kadang menertawakan.
“Iya betul, menurut kita sepele ternyata berdampak besar untuk Pramuka Siaga, termasuk masalah yang terjadi di Depok adalah keracunan konsumsi susu dari MBG. Dalam penanganannya itu harusnya bukan dipertanyakan cara penanganan saja namun cara bagaimana melihat kelaikan susu dikonsumsi. Apakah ada kita di Pramuka memberikan edukasi bahwa buah pun ada yang menerima dampak alergi, nah pramuka bisa menyampaikan ciri-ciri seseorang alergi buah sesuatu.” ucap Kak Wahid kepada perwakilan Unit Pramuka Peduli Kota Depok.
Di Dangau Merah Unit Pramuka Peduli Kwarcab Kota Depok menyajikan materi tentang A3 Dasar Penolong dan Penanganan Luka Gores.

“Unit Pramuka Peduli hadir di Pesta Siaga untuk memberikan manfaat minimal jika Pramuka Siaga membutuhkan pertolongan cukup teriak meminta tolong. Dalam pelaksanaan di dangau kami membuat simulasi dan memancing peserta didik dengan menanyakan siapa yang siap menjadi penolong,” ungkap Kasatgas Unit Pramuka Peduli Kwarcab Kota Depok, Jumala Silaen.
Kak Jumala menjelaskan bahwa ia menegaskan bahwa penolong juga butuh ditolong. Kemudian ia bertanya kepada peserta terkait siapa yang siap menjadi penolong. Secara spontan dan semangat mereka menjawab.
“Besar harapannya Pesta Siaga tidak berhenti sampai di sini, ada tindak lanjut seperti penanganan khusus korban tersendak, misalnya biji buah-buahan maupun makanan.” tutup Kak Jumala.
Sementara SAKA Dirgantara mengajak peserta untuk membuat pesawat “paper plane”. Selain itu juga menampilkan pesawat aeromodeling yang dapat diterbangkan menggunakan remot kontrol.
Secara formal rangkaian kegiatan Pesta Siaga Pramuka Kota Depok diawali pada jam 7 pagi dengan pendaftaran ulang, persiapan upacara pembukaan, materi Bunda PAUD, persiapan rotasi Dangau, perjalanan rotasi Dangau, rotasi Dangau, Ishoma, Anjangsana Siata, dan upacara penutupan.
Perwakilan Panitia Bidang Kegiatan, Kak Intan Zuzana Farahwati menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang telah mendukung pelaksanaan Pesta Siaga. Kepada seluruh Kwarran, panitia, sangga kerja, pimpinan Kwarcab, dan Bank BJB selaku sponsor.
“Dalam kesempatan ini saya ucapkan ‘terima kasih’ karena sudah bergabung dalam mensukseskan Pesta Siaga tingkat Kwarcab Kota Depok. Terima kasih juga kepada para ketua Kwarran se-Kota Depok telah berpartisipasi dalam Pesta Siaga karena telah mengirimkan peserta terbaiknya putra maupun putri sehingga kami dapat melaksanakan Pesta Siaga dengan baik dengan jumlah peserta 888 peserta.” ungkap Kak Intan Zuzana.***









