Koenci.com – Budaya menjadi jalan kesehatan lebih diterima oleh masyarakat. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) manfaatkan metode tersebut hingga mengajak mahasiswa asing terlibat, Purwakarta, 12-13 Juni 2026.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Empowering Children’s Health Literacy in Indigenous Community berlokasi di Kampung Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Pengmas di bawah pimpinan Prof. Dr. Enie Novieastari, S.Kp., MSN yang juga ketua Klaster Riset Ethno-Nursing and Cultural Care FIK UI ini beranggotakan Prof. Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D., Ns. Indah Permata Sati, Sp.Kep.Kom.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini bukan hanya dari FIK UI, melainkan ada dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Lima belas mahasiswa internasional dari Zimbabwe, Republik Persatuan Tanzania, Bangladesh, Pakistan, India, Thailand, Gambia, Nigeria, dan Timor-Leste.

Lewat Budaya Sosialisasi Kesehatan Berlangsung

Tim pengmas menyampaikan inovasi edukasi kesehatan melalui permainan tradisional ular tangga berbahasa Sunda. Di antara yang disampaikan adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Pesan kesehatan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Permainan ular tangga berbahasa Sunda menjadi salah satu cara untuk mengintegrasikan promosi kesehatan dengan pelestarian budaya lokal,” ungkap Prof. Enie.

Secara teknis setiap kotak permainan ular tangga berisi pesan kesehatan menggunakan bahasa Sunda. Harapannya dengan bahasa ibu mereka dapat mudah memahami materi yang disampaikan.

Dalam permainannya anak-anak diajak memahami dan mempraktikkan enam langkah cuci tangan sesuai standar Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO).

Anak-anak juga diajarkan cara menyikat gigi yang benar, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, serta belajar bahasa inggris dengan mahasiswa asing.

Khususnya bagi mahasiswa internasional, metode penggunaan budaya dan bahasa lokal menjadi alat belajat dan kolaborasi dalam meningkatkan literasi kesehatan anak.

Secara akademis istilah untuk metode yang dilakukan tersebut menurut Prof. Dr. Enie Novieastari merupakan bagian dari pendekatan ethno-nursing dan cultural care yang dikembangkan FIK UI.

“Di saat yang sama, mahasiswa internasional juga belajar bahwa budaya merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan.” tutup Prof. Enie 

Salah sematu orang tua peserta yaitu Ibu Yayah menyampaikan bahwa anak-anak sangat menikmati proses belajar melalui permainan.

“Anak-anak suka dengan acara edukasi seperti ini. Mereka senang karena bisa belajar bersama. Apalagi kalau ada orang dari luar negeri, jadi bisa belajar bahasa Inggris sedikit-sedikit,” ungkap Ibu Yayah.

Selain sebagai sarana edukasi kesehatan, para mahasiswa internasional juga diajak mengenal kehidupan masyarakat adat Kampung Parakanceuri melalui berbagai aktivitas budaya.***

Shares: