Koenci.com – Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) meluncurkan proyek ambisius bertajuk “Seabug” untuk memulihkan ekosistem laut. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari hibah internasional Coral Research & Development Accelerator Platform (CORDAP) tahun 2025. Kapal nirawak berbasis IoT ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas air dan menjaga vitalitas terumbu karang di Indonesia.
Tim pakar telah merampungkan survei lapangan di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, pada awal Februari 2026 sebagai tahap perdana. Langkah strategis ini bertujuan memetakan kondisi biofisika perairan serta menentukan titik koordinat penempatan kapal yang paling efektif. Data awal ini sangat krusial untuk memastikan teknologi Seabug bekerja optimal dalam memantau dinamika lingkungan bawah laut.
Hasil observasi menunjukkan bahwa ekosistem karang di Karimunjawa sangat rentan terhadap sedimentasi akibat aktivitas pariwisata yang tidak terkendali. Degradasi signifikan terdeteksi dalam lima tahun terakhir, terutama di area yang sering digunakan untuk aktivitas snorkeling. Kehadiran Seabug diharapkan mampu memberikan data kualitas air secara real-time untuk membantu kebijakan perlindungan kawasan secara lebih akurat.
Kolaborasi Strategis dan Uji Teknis Penempatan Seabug
Implementasi proyek ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Balai Taman Nasional Karimunjawa dan tokoh masyarakat setempat. Diskusi ini memastikan bahwa inovasi teknologi yang dibawa selaras dengan kebutuhan sosiologis dan kearifan lokal penduduk. Masyarakat menyambut baik sistem pemantauan digital ini sebagai pelengkap upaya pemulihan mandiri yang telah mereka lakukan sebelumnya.
Tim teknis DRRC UI juga telah melakukan pemantauan langsung menggunakan drone bawah air atau ROV untuk memetakan visual terumbu karang. Pengukuran parameter fisik seperti pH dan salinitas dilakukan di beberapa titik potensial untuk menjamin keamanan perangkat dari arus kuat. Dua lokasi utama, yakni perairan sekitar Naraya Resort dan Floating Paradise, kini menjadi kandidat kuat penempatan unit Seabug.
Instalasi menyeluruh infrastruktur floating deck dan unit Seabug direncanakan akan berlangsung pada April 2026 mendatang. Proyek ini diproyeksikan menjadi model percontohan nasional bagi restorasi terumbu karang berbasis teknologi mutakhir di wilayah pesisir lainnya. Melalui sinergi akademisi dan pendanaan global, masa depan ekosistem laut Karimunjawa kini memiliki penjaga digital yang andal.***




