Koenci.com-Transformasi layanan pertanahan digital, Sentuh Tanahku yang dilakukan Kementerian ATR/BPN mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Lewat aplikasi Sentuh Tanahku, warga kini tak perlu lagi bolak-balik ke kantor pertanahan hanya untuk mengecek perkembangan berkas sertipikat tanah.

Kemudahan itu dirasakan Endria (37), warga Kabupaten Semarang, yang mengaku proses pengurusan sertipikat kini jauh lebih praktis, cepat, dan transparan berkat layanan digital tersebut.

“Pemantauan perkembangan berkas atau sertipikat sekarang lebih mudah karena bisa dicek langsung lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Jadi, saya bisa tahu posisi berkas sudah sampai mana,” ujar Endria usai mengambil Sertipikat Elektronik di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang.

Melalui aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat memantau status permohonan pertanahan secara real time langsung dari telepon genggam. Inovasi ini dinilai mampu memangkas antrean sekaligus mengurangi kebutuhan datang langsung ke kantor pertanahan.

Endria mengungkapkan, dirinya baru datang ke kantor setelah melihat notifikasi bahwa berkasnya sudah berada di loket penyerahan.
“Kemarin begitu saya cek di aplikasi, statusnya sudah di loket penyerahan. Baru setelah lihat info itu, hari ini saya langsung datang ke kantor untuk mengambil hasilnya,” ungkapnya.

Menurutnya, layanan digital pertanahan seperti ini bukan hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga membantu menghemat waktu, biaya transportasi, dan tenaga.

Digitalisasi layanan melalui aplikasi Sentuh Tanahku menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN menghadirkan pelayanan publik yang modern, transparan, dan efisien. Selain fitur pemantauan berkas, aplikasi ini juga menyediakan berbagai layanan informasi pertanahan lainnya.

Endria pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pertanahan elektronik yang kini semakin mudah diakses.

“Sekarang semuanya lebih simple dan mudah dipantau. Jadi masyarakat tidak perlu ragu menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku maupun layanan pertanahan elektronik lainnya,” pungkasnya. (R002)

Shares: