Koenci.com-Festival literasi anak terbesar di Indonesia, CIA Fest 2026, akan kembali diwujudkan dengan membawa pesan penting tentang hak anak untuk mendapatkan bacaan yang aman, berkualitas, dan sesuai usia.

Memasuki tahun ketiga, CIA Fest 2026 tersebut  akan digelar 2–4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tahun ini, CIA Fest mengusung tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”.

Tema itu mengajak anak-anak untuk peduli kepada teman sebaya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Isu mengenai hak baca anak menjadi perhatian dalam Kumpul Piknik Media Menuju CIA Fest 2026, Jumat (21/8).

Kegiatan ini membahas pentingnya menyediakan sumber informasi yang aman dan sesuai dengan perkembangan anak, terutama di tengah penguatan perlindungan anak di ruang digital.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Aturan tersebut memperkuat perlindungan anak dalam penggunaan layanan digital, termasuk terkait usia dan akses.

Namun, perlindungan anak di dunia digital dinilai perlu berjalan bersama dengan penyediaan sumber bacaan yang aman dan berkualitas.

Hak Baca Anak Tetap Penting

Pendiri Majalah CIA dan Majalah Imajinatif, Seru, Orisinal (ISO), Stefanie Augustin, mengatakan anak tetap membutuhkan ruang untuk membaca, belajar, bertanya, dan menemukan pengetahuan.

“Melindungi anak dari risiko ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi akses. Anak tetap membutuhkan ruang untuk membaca, bertanya, menemukan pengetahuan, dan membangun cara berpikir,” ujar Stefanie.

Menurutnya, perlindungan anak harus dibangun bersama dengan ekosistem literasi yang kuat. Bacaan fisik yang sesuai usia tetap memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Selama lebih dari 16 tahun, Majalah CIA dan Majalah ISO telah menghadirkan bacaan cetak untuk anak. Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui gerakan Hak Baca Anak.

Gerakan ini mendorong kesadaran bahwa mendapatkan bacaan berkualitas merupakan bagian dari kebutuhan anak untuk belajar dan berkembang.

CIA Fest 2026 Bantu Anak Korban Bencana

Di event ini CIA Fest 2026, gerakan Hak Baca Anak juga diarahkan untuk membantu anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Pemulihan anak setelah bencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar. Pendidikan dan akses terhadap buku serta bahan bacaan juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Ketika akses terhadap bahan bacaan terputus, kesempatan anak untuk belajar dan memperoleh informasi juga ikut terganggu.

Karena itu, dana yang dihimpun dalam rangkaian CIA Fest 2026 akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah ISO untuk anak-anak di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Gerakan ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan hak baca anak tidak hanya terjadi di wilayah bencana. Masih banyak anak di berbagai daerah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.

Dari Anak untuk Anak

CIA Fest 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan literasi dan hiburan untuk anak. Festival ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.

Melalui tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”, anak-anak diajak memahami persoalan yang dialami teman sebaya, memperluas pengetahuan, berani menentukan sikap, serta mengambil bagian melalui aksi nyata.

Dengan demikian, CIA Fest 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi festival literasi, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat budaya membaca dan memperjuangkan hak baca anak Indonesia. (R002)

Shares: