Koenci.com-Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam),  Djamari Chaniago memberikan peringatan keras kepada ratusan prajurit Satgas Kontingen Garuda (Konga) yang akan menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Dalam Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Senin (11/5/26),

Menko Polkam menegaskan bahwa kelengahan sekecil apa pun bisa berdampak fatal terhadap keselamatan prajurit dan nama baik Indonesia.

Sebanyak 744 prajurit Satgas Konga UNIFIL dijadwalkan berangkat ke wilayah konflik di Lebanon pada akhir Mei 2026. Mereka akan membawa mandat besar sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa sekaligus menjaga kehormatan Merah Putih di mata dunia.

Menko Polkam: Ketidakpatuhan Bisa Hancurkan Nama Baik Bangsa

Dalam arahannya, Djamari Chaniago menekankan pentingnya disiplin, kesiapan mental, dan latihan keras sebelum bertugas di daerah operasi yang penuh risiko.

“Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa,” tegasnya di hadapan para prajurit.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena menggambarkan tingginya ancaman yang dihadapi pasukan Indonesia di wilayah misi perdamaian internasional.

Menurut Menko Polkam, latihan keras merupakan “kesejahteraan” terbaik bagi prajurit. Dengan kemampuan dan disiplin tinggi, para personel diharapkan mampu menghadapi berbagai ancaman selama bertugas.

Presiden Prabowo Soroti Peran Indonesia di Misi Perdamaian Dunia

Prabowo Subianto disebut memberikan perhatian khusus terhadap kiprah Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Pemerintah ingin memperkuat reputasi Indonesia melalui peningkatan kualitas pasukan dan penempatan perwira TNI di posisi strategis dalam struktur misi PBB.

Menko Polkam juga menyampaikan salam Presiden kepada seluruh personel yang akan bertugas di Lebanon.

“Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian,” ujarnya.

Lebanon Disebut “Tidak Damai Sama Sekali”

Sementara itu, Sugiono mengingatkan bahwa wilayah penugasan di Lebanon memiliki risiko tinggi akibat dinamika geopolitik yang terus memanas.

“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko,” kata Menlu Sugiono.

Ia meminta seluruh prajurit mempersiapkan kemampuan tempur, keterampilan, dan mental secara maksimal agar mampu menjalankan tugas dengan baik sekaligus menjaga reputasi Indonesia di dunia internasional.

Indonesia Punya Rekam Jejak Kuat di Misi PBB

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga mengenang pengalamannya saat bertugas di misi United Nations Emergency Force II di Sinai pada era 1970-an. Ia menegaskan bahwa Indonesia selama ini dikenal memiliki reputasi baik dalam misi perdamaian PBB.

Rakor tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Dudung Abdurachman, pejabat Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Polri, hingga perwakilan kementerian terkait lainnya. (R002)

Shares: