Koenci.com-Pagi itu, suasana Maindealer Ban FDR EFO, Start Parts Motors, Bandung, terasa berbeda. Bukan sekadar deretan motor yang terparkir rapi, tetapi juga wajah-wajah penuh antusias dari para anggota Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Bandung. Mereka tahu, akhir pekan kali ini bukan agenda biasa. Ada cerita yang akan dimulai.

PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), produsen Ban FDR, mengajak sepuluh anggota HPCI Bandung untuk merasakan pengalaman berkendara dan kebersamaan dalam sebuah perjalanan singkat namun berkesan menuju Pangalengan, Jawa Barat.

Bukan hanya touring, tetapi sebuah “escape” dari rutinitas, dikemas dengan aktivitas seru yang memadukan otomotif, alam, dan kebersamaan.

Dari Dealer ke Jalanan Pegunungan

Sebelum roda berputar, Ban FDR memastikan setiap motor Honda PCX peserta berada dalam kondisi prima. Sepuluh unit motor dipasangkan ban FDR—siap diuji di berbagai karakter jalan.

Setelah sarapan, kopi pagi, dan briefing singkat, rombongan pun bersiap. Pesan keselamatan disampaikan dengan serius.

Direktur Maindealer Ban FDR Bandung, Start Parts Motors, Djonli Nauli, mengingatkan bahwa kesenangan sejati hanya bisa dinikmati jika keselamatan tetap menjadi prioritas.

HPCI Bandung bersenang senang dengan ban FDR (Foto Koenci.com)

Tak lama, bendera start dikibarkan. Satu per satu Honda PCX melaju meninggalkan dealer, membentuk konvoi rapi menuju Pangalengan. Rute Soreang–Pangalengan menawarkan kombinasi jalan lurus, tanjakan, hingga tikungan yang menantang—arena sempurna untuk merasakan karakter ban secara nyata.

Ujian di Jalan Basah

Gerimis mulai turun selepas makan siang bersama. Aspal basah tak mengurangi kepercayaan diri para peserta. Ban FDR justru menunjukkan kemampuannya: grip terasa konsisten, motor tetap stabil saat menikung, dan manuver terasa ringan.

“Dipakai di kondisi basah tetap enak. Cornering aman, tidak bikin ragu,” ujar salah satu anggota HPCI sambil tersenyum puas.

Bagi pengguna Honda PCX yang kerap mengandalkan motor untuk aktivitas harian maupun perjalanan santai akhir pekan, rasa aman ini menjadi nilai penting.

Malam Hangat di Tengah Udara Dingin

Sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan tiba di Villa Tiga Bhumi, Pangalengan. Udara dingin pegunungan langsung menyelimuti, kontras dengan kehangatan suasana kebersamaan yang tercipta.

Malam harinya, para anggota HPCI berkumpul bersama jajaran manajemen PT SRI. Dipandu host Sist Eka, berbagai permainan khas bikers mencairkan suasana. Tawa, canda, dan cerita perjalanan mengalir tanpa jarak hingga larut malam.

Sist Eka sedang berbincang dengan salah satu member komunitas (Foto Koenci.com)

Tak ada sekat antara komunitas dan brand. Semua larut dalam satu suasana kebersamaan.

Adrenalin di Hari Kedua

Pagi Minggu dimulai dengan senam ringan, sekadar mengusir dingin dan pegal setelah perjalanan. Setelah itu, adrenalin kembali diuji lewat permainan paintball. Strategi, kerja sama, dan tawa menjadi satu.

Namun puncak keseruan datang saat rafting. Lima orang dalam satu perahu, menyusuri aliran sungai Pangalengan yang tenang namun tetap menantang. Ayunan perahu di antara bebatuan memicu teriakan kegembiraan. Bukan karena takut, melainkan karena bahagia.

Ban FDR manjakan komunitas HPCI diajak bermain rafting (Foto Istimewa)

Lebih dari Sekadar Ban

Dua hari bersama Ban FDR dan HPCI Bandung bukan hanya tentang menguji produk di jalan. Ini tentang membangun cerita. Tentang bagaimana sebuah perjalanan singkat bisa meninggalkan kesan panjang.

“Selama dua hari ini, FDR benar-benar membuat HPCI happy-happy,” kata Djonli Nauli.

Dan mungkin, di situlah maknanya. Ban FDR tak hanya menemani roda berputar, tetapi juga menjadi bagian dari cerita perjalanan, tawa, dan kenangan yang akan terus hidup di antara para anggota komunitas. (R002)

Shares: