Koenci.com- Koenci.com menurunkan kisah inspiratif dari seorang pria yang bernama Midisun. Pria yang berusia 45 tahun ini telah menjalani kehidupannya dengan penuh tantangan yang menyenangkan. Sebagai seorang pengemudi bus. Simak kisahnya.
Mengelola usaha dan bekerja di lapangan sering kali menghadirkan cerita yang tidak terduga. Sejak tahun 2021, saya membuka warung yang menyediakan beras, sembako, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Usaha ini dijalankan dengan dukungan subsidi selama empat tahun saat saya bekerja. Sekaligus menjadi pintu pembuka untuk bertemu banyak orang baru—termasuk seorang bos transportasi yang bernama Jast Trans. Yang sering mampir dan menjadi salah satu pelanggan.
Namun perjalanan saya tidak berhenti pada warung saja. Dalam waktu yang hampir bersamaan, saya juga terjun menjadi pengemudi bus untuk berbagai kegiatan, mulai dari perjalanan wisata hingga Antar Jemput Karyawan (AJK) Cilandak. Dunia ini memberikan warna lain dalam keseharian saya. Lebih dinamis, lebih luas, dan lebih penuh cerita.
Suka Duka Menjadi Sopir AJK
Setiap pekerjaan memiliki sisi menyenangkan sekaligus tantangannya, begitu pula dengan mengemudi untuk AJK.
Sukanya, jadwal AJK membuat saya bertemu dengan karyawan yang baik baik dan sopan. Memperluas silaturahmi, dan sering kali suasananya hangat dan menyenangkan.
Dukanya, komplain adalah hal yang hampir tidak pernah absen. Situasinya lucu tapi nyata. Ketika perjalanan lancar, jarang ada yang berterima kasih. Tapi begitu ada kendala sedikit saja, keluhannya langsung datang bertubi-tubi. Meski demikian, pengalaman ini justru mengasah kesabaran dan manajemen emosi.
Perbedaan Mengemudi Bus Wisata dan Bus AJK
Secara teknis, membawa bus untuk wisata atau AJK sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun suasana perjalanannya sering membuat gaya mengemudi harus menyesuaikan.
Bus wisata biasanya menuntut ritme lebih cepat karena jadwal kunjungan yang padat.
Bus AJK sangat bergantung pada suasana dalam rombongan—kadang santai, kadang justru lebih menegangkan, apalagi saat menghadapi macet panjang.
Saat kemacetan parah, semua pengemudi bus tahu rasanya: “jos lagi”, yaitu tenaga, fokus, dan kesabaran harus dikeluarkan maksimal.
Kejadian Horor di Turunan Ciloto
Dari sekian banyak perjalanan, ada satu pengalaman yang paling membekas: turunan Ciloto pada malam hari.
Rem angin mendadak jebol, dan bus Mercy yang saya kendarai langsung mengunci. Jalanan macet, suasananya gelap, dan jam menunjukkan tengah malam. Saya dan beberapa penumpang terpaksa menunggu di dalam mobil. Ada momen ketika seperti ada yang menarik kaki, entah benar-benar kejadian atau hanya efek lelah dan tegang—yang jelas, malam itu terasa seperti adegan horor yang tak ingin saya ulangi.
Belajar Mengatasi Masalah Teknis di Jalan
Seiring jam terbang, saya semakin terbiasa menghadapi masalah teknis. Sebisa mungkin, saya mencoba mengatasinya sendiri di lokasi. Mulai dari fanbelt putus, melintir, hingga gangguan kecil lainnya.
Sejak semakin sering mengemudi bus wisata, saya jadi lebih memahami karakter kendaraan dan cara menanganinya dalam keadaan darurat. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang membentuk kepercayaan diri dan keterampilan baru.
Cita-Cita Memiliki Bus Sendiri
Dari sekian banyak pengalaman dalam dunia transportasi, saya punya satu cita-cita besar: memiliki bus sendiri. Bukan sekadar soal kendaraan, tetapi tentang membangun usaha transportasi yang mandiri.
Namun saya juga sadar, tantangannya tidak sedikit—mulai dari pembuatan jalur, perizinan, biaya operasional, hingga perawatan. Semuanya membutuhkan kesiapan mental dan finansial. Meski begitu, rasa penasaran dan keinginan untuk terus berkembang tetap membuat saya menjaga mimpi itu tetap hidup.
Empat tahun terakhir menjadi perjalanan yang penuh dinamika—mengelola warung, bertemu berbagai karakter pelanggan, hingga mengemudi bus dalam situasi yang kadang tak terduga. Setiap pengalaman membawa pelajaran baru, dan semuanya membentuk pribadi saya hari ini.
Meski jalan yang ditempuh tidak selalu mulus, saya percaya setiap langkah, baik yang terasa ringan maupun berat, adalah bagian penting dalam perjalanan menuju impian. Salam sehat dan sukses untuk seluruh pembaca Koenci.com.










