Koenci.com-Langkah besar dalam penguatan pengawasan kepolisian akhirnya terwujud. Kantor baru Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) resmi digunakan di Gedung Graha Sentana, Pancoran, Jakarta Selatan.

Peresmian kantor baru Kompolnas ini bukan sekadar pindah lokasi—ini sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap Polri akan semakin tajam, terbuka, dan profesional.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan, keberadaan kantor baru ini harus menjadi momentum perubahan nyata.

Ia bahkan menekankan satu hal krusial: integritas tidak boleh ditawar.

“Dengan fasilitas yang jauh lebih baik, kinerja harus meningkat. Profesionalisme dan integritas adalah kunci. Kompolnas harus berani dan konsisten dalam mengawal Polri,” tegasnya di hadapan awak media.

Akses Masyarakat Dibuka Lebar

Salah satu alasan utama pemindahan kantor ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan atau pengaduan terkait kinerja kepolisian. Lokasi baru dinilai lebih terbuka dan tidak lagi ‘terbayang-bayang’ oleh kedekatan fisik dengan Mabes Polri seperti sebelumnya.

Langkah ini dinilai strategis di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan keadilan hukum di Indonesia.

Tekanan Publik Meningkat, Kompolnas harus Lebih Tajam

Di era digital saat ini, sorotan publik terhadap aparat penegak hukum semakin intens. Menko Polkam mengingatkan bahwa Kompolnas memiliki peran vital dalam memastikan reformasi Polri berjalan konsisten.

“Tantangan ke depan semakin kompleks. Teknologi berkembang, ekspektasi masyarakat meningkat. Kompolnas harus hadir sebagai pengawas yang kuat dan independen,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyambut positif peresmian ini. Ia berharap Kompolnas bisa semakin efektif memberikan masukan strategis bagi Polri.

“Kami membutuhkan mitra yang kuat dan independen. Dengan kantor baru ini diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsinya,” kata Kapolri.

Semangat Baru, Pengawasan Lebih Cepat

Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, menyebut bahwa relokasi ini juga akan mempercepat koordinasi dan respons terhadap berbagai aduan masyarakat.

“Yang penting sekarang masyarakat tahu: Kompolnas punya rumah baru yang lebih terbuka. Koordinasi akan lebih cepat, kerja akan lebih efektif,” ujarnya.

Peresmian kantor ini bukan hanya simbol fisik, tetapi juga menjadi ujian nyata bagi institusi tersebut. Mampukah lembaga ini benar-benar menjadi pengawas independen yang berani?

Dengan sorotan publik yang semakin tajam, satu hal menjadi jelas: masyarakat menunggu bukti, bukan sekadar janji. (R002)

Shares: