Koenci.com-Drama besar mewarnai perjalanan duet Subhana Mahaputra dan navigator debutan Suhartono (Maston) pada Putaran 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026 di Sirkuit POJ City, Semarang, Jawa Tengah.

Padahal di awal mereka sempat terkena penalti 30 detik akibat terlambat masuk Time Control (TC) pada Special Stage (SS) 1, keduanya justru mampu melakukan comeback luar biasa dengan mencetak fastest time dan mengakhiri lomba di posisi kedua kelas R1.

Hasil tersebut menjadi salah satu cerita paling menarik di Kejurnas Sprint Rally 2026. Pasalnya, penalti yang diterima sejak awal balapan hampir saja menghancurkan peluang mereka untuk bersaing di papan atas.

Maston yang untuk pertama kalinya menjalankan tugas sebagai navigator mengaku momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus penuh tantangan.

“Ini menjadi pengalaman pertama yang luar biasa dalam hidup saya. Biasanya saya hadir di event balap sebagai jurnalis Autoride.co.id, kini bisa merasakan langsung bagaimana berada di dalam mobil rally sebagai navigator,” ujar Maston.

Kesalahan krusial terjadi saat pasangan ini terlambat memasuki Time Control pada SS1. Dalam olahraga rally, keterlambatan di TC merupakan pelanggaran yang berujung penalti waktu dan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir.

“Tentu ini pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Kami sempat lupa waktu TC di SS1 sehingga terkena penalti 30 detik. Padahal Time Control merupakan bagian yang sangat penting dalam rally,” ungkapnya.

Namun alih-alih terpuruk, Subhana Mahaputra dan Maston justru menunjukkan mental juara. Mereka tampil agresif sekaligus konsisten pada tiga special stage berikutnya dengan membukukan catatan waktu tercepat.

Dominasi mereka terlihat jelas saat berhasil menjadi yang tercepat pada SS2, SS3, dan SS4. Raihan fastest time secara beruntun tersebut menjadi modal penting untuk memangkas ketertinggalan dan mengamankan podium kedua kelas R1.

“Berkat konsistensi kami di SS2, SS3, dan SS4 yang berhasil mencatatkan fastest run, akhirnya kami bisa meraih podium kedua,” tambah Maston.

Debut Maston sebagai navigator juga tidak berlangsung mudah. Ia mengaku sempat dihantui rasa gugup karena belum pernah menjalankan tugas membaca pacenote maupun mendampingi pereli dalam kecepatan tinggi.

“Sebelum balapan saya sangat nervous. Ini pertama kali menjadi navigator dan sebelumnya sama sekali tidak tahu bagaimana membuat pacenote serta membacakannya saat mobil melaju di lintasan,” jelasnya.

Meski demikian, adaptasi cepat yang dilakukan Maston bersama Subhana Mahaputra berhasil membuahkan hasil positif. Podium kedua yang diraih menjadi bukti bahwa kerja sama tim yang solid mampu mengubah situasi sulit menjadi pencapaian membanggakan.

Keberhasilan ini juga mendapat dukungan penuh dari Gazpoll Racing Team bersama IgnitionB 119 Racing Bali, IMI Bali, KONI Bali, PPMKI Bali, Royal Purple Oil, NGK Busi, Parts of Four, Victor Garage, Om Rustam Saman Speed, dan Beer Bintang.

Dengan performa yang terus meningkat serta keberhasilan mencetak fastest time meski sempat dihantam penalti, duet Subhana Mahaputra dan Maston kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu penantang serius dalam persaingan Kejurnas Sprint Rally 2026. (R002)

Shares: