Koenci.com-Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan komitmen pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk terus mengoptimalkan berbagai upaya dalam mengurai kemacetan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Langkah-langkah ini dilaksanakan melalui koordinasi intensif di lapangan antara Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali dan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta pemerintah daerah.

Kementerian Perhubungan berupaya memastikan seluruh layanan transportasi tetap aman, lancar, dan terkelola dengan baik. Langkah-langkah operasional di lapangan juga dipercepat untuk mengurai kepadatan kendaraan dan penumpang di kawasan Gilimanuk, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu.

Untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, Menteri Perhubungan telah menginstruksikan Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turun langsung ke lokasi Gilimanuk.

Kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk hingga kini masih terpantau tinggi, didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa. Sejumlah langkah strategis diterapkan untuk memastikan layanan transportasi penyeberangan tetap optimal di tengah lonjakan volume kendaraan.

Untuk mempercepat arus kendaraan dan kelancaran penyeberangan, armada kapal yang dioperasikan ditingkatkan menjadi 35 unit dari sebelumnya 28 kapal, dengan tambahan 7 kapal baru yang melayani pola operasional 8 trip. Armada ini mencakup 19 kapal di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta 4 kapal tambahan yang dioperasikan untuk meningkatkan daya tampung.

Selain memperkuat armada, Kementerian Perhubungan juga menerapkan langkah operasional seperti skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal dan percepatan proses bongkar muat guna memperlancar alur kendaraan kecil. Upaya ini didukung dengan pengaturan lalu lintas kendaraan melalui pengoperasian *buffer zone* di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai area pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 11.55 WITA, kondisi perairan Selat Bali terpantau kondusif untuk aktivitas pelayaran. Cuaca berawan dengan tinggi gelombang sekitar 1 meter, jarak pandang mencapai 10 kilometer, dan arus air mengarah ke utara dengan kecepatan sekitar 2,5 knot.

Kementerian Perhubungan akan terus memantau kondisi operasional penyeberangan secara intensif serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kelancaran layanan transportasi di lintas Ketapang–Gilimanuk. (R002)

Shares: