Koenci.com, Jakarta – Ketergantungan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada data klaim BPJS Kesehatan sebagai dasar utama perencanaan dinilai semakin mempersempit perspektif kesehatan masyarakat.
Dari sudut pandang manajemen rumah sakit, arah kebijakan kesehatan pemerintah yang saat ini lebih menekankan layanan kuratif dan pengadaan alat kesehatan canggih berisiko memperlemah keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.
Data klaim yang bersifat administratif dan finansial kini menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan, mulai dari penilaian kinerja hingga perencanaan kapasitas layanan.
Konsekuensinya, sistem kesehatan menjadi reaktif dan berorientasi pada pengobatan penyakit yang telah terjadi, sementara investasi pada upaya promotif dan preventif semakin terpinggirkan karena tidak tercermin dalam mekanisme klaim.
Pendekatan tersebut tidak sejalan dengan praktik negara-negara dengan Universal Health Coverage yang lebih stabil seperti Taiwan, Jepang, Inggris, dan Jerman, yang secara tegas memisahkan fungsi data klaim untuk pembayaran dan data kesehatan populasi untuk kebijakan, serta menempatkan pencegahan sebagai fondasi utama keberlanjutan sistem kesehatan.
Sebagai Organisasi Masyarakat, PROJO membuat rekomendasi kebijakan, kajian ini mendorong pemerintah untuk menata ulang arah pembangunan kesehatan nasional dengan mengembalikan data klaim pada fungsi utamanya sebagai instrumen pembayaran layanan, sekaligus memperkuat penggunaan data kesehatan berbasis populasi sebagai dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan.
Pemerintah juga perlu menggeser insentif pembiayaan dari dominasi layanan kuratif dan teknologi mahal menuju pencapaian outcome kesehatan masyarakat melalui penguatan promotif dan preventif.
Reorientasi ini penting untuk mencegah defisit struktural JKN, menekan eskalasi klaim penyakit kronis yang dapat dicegah, serta mengurangi beban fiskal jangka panjang pada APBN dan APBD.
Tanpa perubahan arah kebijakan, tambahan anggaran kesehatan hanya akan menunda masalah, bukan membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan.









