Koenci.com-Tanjakan terjal, turunan tajam, hingga jalan berbatu dan berpasir menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanan menuju kawasan pegunungan Bogor. Di tengah beragam kondisi jalan tersebut, Indomobil e-Motor Tyranno menunjukkan bahwa motor listrik tidak hanya dapat diandalkan untuk mobilitas perkotaan, tetapi juga berpotensi menjadi teman perjalanan bagi mereka yang menyukai petualangan apalagi di jalur ekstrim.

Ketangguhan motor listrik bergaya adventure besutan PT Indomobil Emotor Internasional itu diuji dalam Touring Perdana Kompressor PENA 2026 pada 3–4 Oktober 2026. Dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 40 jurnalis otomotif nasional tersebut, dua unit Indomobil e-Motor Tyranno menempuh perjalanan sekitar 125 kilometer dari Jakarta menuju kawasan Cijeruk dan Megamendung, Bogor.

Perjalanan ini bukan sekadar kegiatan berkendara bersama. Para jurnalis berkesempatan merasakan langsung karakter motor, kemampuan menghadapi tanjakan, ketahanan baterai, hingga kemudahan pengisian daya dalam kondisi perjalanan nyata.

Rombongan memulai perjalanan dari Dealer Nissan Yasmin, Bogor, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Salada Farmstay di Cigombong, sebelum mengakhiri agenda di Villa Larasjati 1, Megamendung, Bogor.

Sepanjang rute, karakter jalan yang berubah-ubah menjadi ujian tersendiri. Jalan beraspal, tanjakan pegunungan, hingga permukaan berbatu dan berpasir memberikan gambaran mengenai kemampuan Tyranno menghadapi medan yang lebih beragam dibandingkan jalan perkotaan. Alhasil, kedua unit Tyranno mampu menyelesaikan perjalanan tanpa kendala berarti.

Menaklukkan Tanjakan, Mengandalkan Karakter Motor Listrik

Salah satu tantangan yang menarik perhatian selama touring adalah menghadapi jalan menanjak. Pada kondisi seperti ini, respons tenaga dan pengendalian kendaraan menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan berkendara.

Ferry Fansuri, jurnalis Jadwalbalap.com, merasakan langsung karakter tersebut ketika mengendarai Tyranno dari Pasar Minggu, Jakarta, menuju titik kumpul di Dealer Nissan Yasmin.
Ia memulai perjalanan dengan kondisi baterai 98 persen. Setelah menempuh jarak sekitar 41 kilometer, indikator baterai menunjukkan sisa daya 48 persen.

Pengalaman tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai konsumsi daya dalam perjalanan nyata. Namun, penggunaan energi tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas, gaya berkendara, kontur jalan, serta beban kendaraan.

Bagi Ferry, keberadaan fasilitas pengisian daya cepat menjadi salah satu hal yang membantu perjalanan.

“Di Nissan Yasmin sangat memudahkan karena tersedia fasilitas fast charging. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit, baterai sudah kembali terisi penuh 100 persen,” ungkap Ferry.

Dari sisi performa, ia menilai Tyranno memiliki tenaga yang memadai ketika menghadapi tanjakan. Motor ini juga mampu mengikuti ritme rombongan motor konvensional pada kecepatan sekitar 60–70 km/jam selama perjalanan kurang lebih 120 kilometer, dengan penggunaan kombinasi mode Eco dan Sport.

Meski demikian, Ferry menekankan pentingnya memahami karakter motor listrik, termasuk respons sistem cut-off otomatis ketika pengereman dilakukan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan motor listrik tidak hanya bergantung pada kapasitas baterai. Pemahaman terhadap karakter kendaraan dan perencanaan pengisian daya juga menjadi bagian penting dalam perjalanan jarak jauh.

Dari Aspal hingga Bebatuan, Mode Comfort Tetap Jadi Pilihan

Pengalaman berkendara di medan yang bervariasi juga dirasakan Siska Febriana, jurnalis Rodagilas.com. Ia menilai Indomobil e-Motor Tyranno memiliki kemampuan yang cukup meyakinkan ketika melintasi jalur menanjak maupun permukaan jalan yang tidak rata.

Menariknya, menurut Siska, mode Comfort sudah cukup mendukung kebutuhannya ketika menghadapi sejumlah tantangan di sepanjang rute.

“Motornya sangat powerful saat melibas tanjakan, bahkan cukup menggunakan mode Comfort saja sudah sangat aman dan bertenaga. Dari medan aspal, bebatuan, hingga pasir, Tyranno terbukti sangat andal,” ujar Siska.

Bagi pengendara yang menyukai perjalanan lintas kota dengan sesekali melewati jalur pegunungan, pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai potensi penggunaan motor listrik bergaya adventure.

Meski begitu, kondisi medan tetap perlu diperhatikan. Jalan berbatu dan berpasir membutuhkan pengendalian yang cermat, kecepatan yang sesuai, serta teknik berkendara yang mengutamakan keselamatan.

Karakter adventure pada Tyranno pun tidak semata-mata hadir melalui tampilan. Pengalaman touring ini memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk merasakan langsung kemampuan kendaraan ketika menghadapi perubahan kondisi jalan.

Pengisian Daya dan Apple CarPlay Jadi Nilai Tambah

Dalam perjalanan jarak jauh, pengelolaan baterai menjadi salah satu pertimbangan utama pengguna motor listrik. Karena itu, waktu pengisian daya dan ketersediaan fasilitas pengisian di sepanjang rute turut memengaruhi kenyamanan perjalanan.

Siska mengungkapkan bahwa pengisian baterai Tyranno dari 6 persen hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar satu jam 15 menit berdasarkan pengalamannya selama kegiatan.

Selain pengisian daya, dukungan teknologi juga menjadi perhatian. Tyranno disebut telah mendukung Apple CarPlay, yang memungkinkan pengendara memanfaatkan konektivitas smartphone untuk membantu kebutuhan navigasi.

Integrasi tersebut dapat memudahkan pengendara mengakses informasi perjalanan tanpa harus terus-menerus melihat layar smartphone secara terpisah. Meski demikian, penggunaan fitur navigasi tetap harus memperhatikan konsentrasi dan keselamatan selama berkendara.

Kombinasi kemudahan pengisian daya dan konektivitas menjadi aspek yang relevan bagi pengguna yang menginginkan motor listrik untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan rekreasi.

Pengalaman touring ini sekaligus memperlihatkan bahwa kenyamanan perjalanan menggunakan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh performa motor, tetapi juga oleh dukungan teknologi dan kesiapan infrastruktur pengisian daya.

Desain Adventure dengan Perlindungan Tambahan

Indomobil e-Motor Tyranno diperkenalkan secara nasional pada 16 Juni 2025 di Jakarta. Model ini diposisikan sebagai multipurpose electric motorcycle atau motor listrik serbaguna yang dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan berkendara.

Indomobil luncurkan eMotor Tyranno (Foto Istimewa)

Dari sisi tampilan, Tyranno mengusung desain bold dan tough yang menonjolkan karakter petualang. Ban semi-adventure menjadi salah satu elemen yang memperkuat identitas tersebut.
Motor ini juga dilengkapi pelindung berbahan besi bawaan yang disebut Exo-Armor. Komponen tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan bagi kendaraan ketika digunakan dalam aktivitas berkendara.

Perpaduan desain dan fitur tersebut membuat Tyranno menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan dengan karakter berbeda dari motor listrik perkotaan pada umumnya.

Namun, kemampuan menghadapi medan tertentu tetap perlu disesuaikan dengan kondisi jalan, batas penggunaan kendaraan, serta rekomendasi pabrikan. Tampilan adventure tidak dengan sendirinya menjadikan kendaraan cocok untuk semua jenis medan ekstrem. (R002)

Shares: