Koenci.com-Transformasi digital dalam pelayanan publik terus menghadirkan kemudahan untuk masyarakat Indonesia. Termasuk dalam pengurusan administrasi pertanahan. Melalui aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat memanfaatkan fitur Antrian Daring untuk mengatur jadwal kunjungan ke Kantor Pertanahan (Kantah) secara lebih efektif, tanpa harus mengorbankan banyak waktu kerja.

Manfaat layanan digital tersebut dirasakan Aldi, seorang pekerja swasta di Kota Padang yang menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku untuk mengakses layanan pertanahan. Fitur Antrian Daring membantunya merencanakan waktu kedatangan sesuai jadwal yang tersedia, sehingga pengurusan administrasi dapat dilakukan dengan lebih terukur.

“Dengan Antrian Daring, saya bisa mengatur waktu untuk datang ke Kantor Pertanahan. Jadi, tidak harus izin seharian dari kantor untuk mengurus administrasi pertanahan,” ujar Aldi saat ditemui di Kantah Kota Padang.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dalam mengakses pelayanan publik. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu akibat rutinitas pekerjaan, kepastian jadwal kunjungan menjadi salah satu aspek penting dalam merencanakan pengurusan dokumen pertanahan.

Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku, Bagaimana Cara Menggunakannya?

Untuk menggunakan fitur Antrian Daring, masyarakat dapat membuka aplikasi Sentuh Tanahku melalui telepon seluler dan masuk ke akun masing-masing. Selanjutnya, pengguna memilih fitur Antrian Daring, menentukan Kantor Pertanahan tujuan, memilih jenis layanan yang diperlukan, serta menetapkan jadwal kunjungan berdasarkan ketersediaan.

Sebelum menentukan tanggal kedatangan, pengguna dapat memeriksa kalender pelayanan untuk menyesuaikan jadwal dengan hari operasional kantor tujuan.

Setelah memperoleh nomor antrean, masyarakat dapat memantau informasi antrean dan memperhatikan notifikasi yang tersedia pada aplikasi. Langkah tersebut membantu pemohon merencanakan waktu kedatangan dengan lebih baik serta mengurangi potensi waktu tunggu yang tidak diperlukan.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan ketentuan pelayanan, persyaratan dokumen, dan jadwal yang berlaku di Kantor Pertanahan tujuan agar proses pengurusan berjalan lancar.

Pantau Proses Berkas Pertanahan Secara Digital
Selain menyediakan fitur Antrian Daring, aplikasi Sentuh Tanahku juga menghadirkan informasi terkait proses pengurusan berkas dan sertipikat tanah.

Fasilitas ini membantu pemohon memperoleh informasi perkembangan administrasi tanpa harus selalu mendatangi kantor untuk menanyakan status berkas.

Bagi Aldi, kemudahan tersebut menjadi bagian penting dalam mengatur aktivitas sehari-hari. Dengan memantau perkembangan berkas, ia dapat memperkirakan waktu yang diperlukan untuk kembali ke Kantah, termasuk ketika harus mengambil sertipikat.

“Jadi, saya bisa mengatur waktu untuk datang tanpa harus bolak-balik ke kantor,” tuturnya.

Secara umum, digitalisasi layanan pertanahan memberikan alternatif akses informasi yang lebih praktis bagi masyarakat. Pemanfaatan aplikasi juga dapat mendukung perencanaan kunjungan, efisiensi waktu, serta peningkatan kualitas pengalaman pengguna dalam mengakses pelayanan administrasi pertanahan.

Namun, penggunaan layanan digital tetap perlu disesuaikan dengan jenis layanan yang dibutuhkan. Untuk informasi berkas tertentu, pengguna mungkin perlu melakukan aktivasi atau verifikasi akun sesuai ketentuan yang berlaku.

Sentuh Tanahku, Akses Informasi Pertanahan dalam Genggaman

Aplikasi Sentuh Tanahku dikembangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membantu masyarakat mengakses informasi dan layanan pertanahan secara digital.

Selain informasi berkas dan sertipikat, aplikasi ini menyediakan informasi persyaratan pelayanan serta simulasi biaya untuk membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan administrasi.

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi Sentuh Tanahku secara gratis melalui Google Play Store untuk perangkat Android maupun App Store untuk perangkat iOS.

Dengan memanfaatkan fitur yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi pertanahan secara lebih mudah, merencanakan kunjungan secara efektif, dan mengurangi kebutuhan datang ke kantor hanya untuk memperoleh informasi yang dapat diakses melalui aplikasi.

Pengalaman pengguna seperti Aldi memperlihatkan pentingnya layanan digital yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ke depan, optimalisasi layanan pertanahan berbasis teknologi diharapkan dapat terus memperkuat efisiensi birokrasi sekaligus mendorong pelayanan publik yang semakin mudah diakses, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (R002)

Shares: