Koenci.com-Kemewahan sebuah kendaraan tidak selalu harus ditampilkan melalui ornamen berlebihan. Bagi Hongqi, kemewahan justru dapat lahir dari proporsi, keseimbangan, serta hubungan harmonis antara setiap elemen desain.
Prinsip tersebut terangkum dalam filosofi Taihe (太和) atau Supreme Harmony, yang menjadi salah satu landasan desain Hongqi.

Filosofi harmoni dan keseimbangan ini diterjemahkan ke dalam bahasa visual modern melalui konsep Taihe Proportions, termasuk pada Hongqi E-HS9, flagship full-size electric SUV yang diperkenalkan di Indonesia.

Dalam tradisi pemikiran Tiongkok, Taihe menggambarkan keselarasan ketika setiap elemen memiliki posisi dan karakter yang tepat sebagai bagian dari sebuah kesatuan. Konsep tersebut juga tercermin pada Taihe Dian atau Hall of Supreme Harmony di Forbidden City, Beijing.

Bagi Hongqi, filosofi itu kemudian diterapkan pada kendaraan bukan sekadar melalui simetri, tetapi melalui hubungan antara panjang bodi, tinggi kendaraan, posisi kabin, garis desain, hingga detail eksterior.
Taihe Proportions pada Hongqi E-HS9
Bahasa desain Hongqi modern mulai dikembangkan sejak 2018 dengan menggabungkan identitas Tiongkok dan pendekatan kontemporer. Eksplorasi tersebut turut diperkuat melalui Hongqi–Palace Museum Joint Innovation Laboratory yang mempertemukan desainer Hongqi dengan para ahli Palace Museum.

Pendekatan itu berangkat dari filosofi desain Shang·Zhi·Yi (尚·致·意). Shang merepresentasikan desain yang memiliki kedalaman dan makna, Zhi menekankan kualitas secara menyeluruh, sedangkan Yi menggambarkan hubungan emosional antara produk dan manusia.

Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui Taihe Proportions. Alih-alih mengandalkan banyak ornamen, Hongqi membangun karakter kendaraan melalui komposisi, proporsi, garis, dan detail yang saling mendukung.

Pada E-HS9, penerapan konsep tersebut terlihat dari siluet bodinya yang panjang dan tegap. Proporsi antara bagian depan, kabin, hingga buritan dirancang untuk menghasilkan karakter khas sebuah SUV flagship berukuran besar.

Bagian depan menjadi salah satu elemen paling mencolok. Signature waterfall grille dengan garis-garis vertikal berlapis terinspirasi dari aliran air pegunungan. Desain ini memberikan kesan tegas dan berwibawa, namun tetap mempertahankan karakter elegan.

Identitas tersebut semakin kuat dengan garis merah khas Hongqi yang membentang dari bagian tengah grille menuju kap mesin. Elemen ini menjadi penanda visual sekaligus memperkuat keseimbangan antara karakter, proporsi, dan detail.

Secara dimensi, Hongqi E-HS9 memiliki panjang lebih dari 5,2 meter dengan wheelbase 3,1 meter. Ukuran tersebut tidak hanya memberikan tampilan eksterior yang besar dan berwibawa, tetapi juga mendukung kelapangan ruang kabin.

Bukan Sekadar Desain, tetapi Identitas

Pendekatan Taihe memperlihatkan bagaimana Hongqi mendefinisikan kemewahan. Kesan mewah tidak dibangun dari satu elemen yang dibuat mencolok, melainkan dari hubungan harmonis antara keseluruhan desain.
Andrew Nasuri, Director of Indomobil Group, mengatakan Hongqi ingin memperkenalkan merek tersebut secara lebih utuh kepada masyarakat Indonesia.

“Di tengah semakin banyaknya pilihan kendaraan asal Tiongkok di Indonesia, kami ingin masyarakat mengenal Hongqi secara lebih utuh. Hongqi datang dengan sejarah dan cara pandang yang sudah dibangun selama puluhan tahun,” ujar Andrew.

Menurutnya, Taihe merupakan bagian dari identitas Hongqi dalam menerjemahkan harmoni, proporsi, dan detail ke dalam desain modern tanpa meninggalkan akar budayanya.

“Kami ingin masyarakat mengenal Hongqi dari sisi tersebut, tidak hanya dari teknologi yang dibawanya, tetapi juga dari pemikiran dan nilai yang membentuk setiap produknya,” tambahnya.

Sebagai flagship full-size electric SUV pertama Hongqi yang diperkenalkan di Indonesia, E-HS9 menjadi representasi bagaimana filosofi Oriental dapat dipadukan dengan teknologi kendaraan listrik modern.

Pada akhirnya, Taihe bukan sekadar filosofi yang ditempelkan sebagai identitas. Bagi Hongqi, prinsip tersebut menjadi cara untuk membentuk sebuah kendaraan secara utuh—dari proporsi, garis, detail, hingga karakter—sehingga kemewahan E-HS9 tidak hanya terlihat, tetapi juga memiliki cerita dan akar budaya yang kuat. (R002)

Shares: