Koenci.com-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar salah satu pelantikan terbesar tahun ini. Sebanyak 1.322 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru dan 212 Pejabat Fungsional (Jabfung) resmi diambil sumpah dan janjinya dalam prosesi yang dipimpin langsung oleh Ossy Dermawan di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Namun di balik suasana khidmat pelantikan, terselip pesan tegas yang mengundang perhatian. Wamen ATR/Waka BPN mengingatkan bahwa status ASN bukan sekadar kebanggaan atau jaminan pekerjaan, melainkan amanah besar yang akan diawasi langsung oleh masyarakat.
“Ini bukan sekadar seremoni. Hari ini adalah awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tegas Ossy di hadapan ribuan peserta yang mengikuti acara secara luring dan daring dari seluruh Indonesia.
Ribuan ASN Baru Jadi Sorotan
Pelantikan ribuan ASN secara serentak ini menjadi sorotan karena mereka akan menjadi garda terdepan pelayanan pertanahan dan tata ruang di berbagai daerah. Di tengah tuntutan publik terhadap birokrasi yang bersih, cepat, dan profesional, para ASN baru dituntut mampu menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.
Wamen Ossy menegaskan bahwa setiap tindakan ASN akan langsung memengaruhi citra pemerintah. Karena itu, integritas, disiplin, dan profesionalisme tidak bisa ditawar.
Perilaku ASN adalah wajah institusi. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan kerja nyata dan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Peringatan Keras untuk Pejabat Fungsional
Tak hanya PNS baru, sebanyak 212 pejabat fungsional yang dilantik juga mendapat pesan khusus. Wamen Ossy menekankan bahwa jabatan yang mereka emban memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pelayanan publik dan keberhasilan program-program pemerintah.
Menurutnya, pejabat fungsional tidak boleh hanya berpuas diri dengan status jabatan yang telah diraih. Mereka harus menjadi motor penggerak perubahan dan inovasi di lingkungan kerja.
“Jabatan ini bukan sekadar gelar. Dibutuhkan kompetensi tinggi, kinerja efektif, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan yang terus berkembang,” katanya.
ASN Era Baru Harus Adaptif dan Inovatif
Di tengah transformasi digital dan perubahan cepat dalam tata kelola pemerintahan, Wamen Ossy menegaskan bahwa ASN masa kini harus mampu bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Ia berharap ribuan ASN yang baru dilantik mampu menjadi generasi birokrat modern yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi hanya membutuhkan ASN yang bekerja rutin, tetapi juga aparatur yang mampu menciptakan terobosan dan solusi bagi masyarakat.
Resmi Menyandang Status PNS, Tantangan Besar Menanti
Bagi para CPNS yang telah melewati masa percobaan selama satu tahun, pelantikan ini menjadi momen bersejarah karena resmi menyandang status PNS. Namun, status tersebut juga membawa konsekuensi besar.
Wamen Ossy mengingatkan bahwa kepercayaan negara yang diberikan harus dibalas dengan dedikasi, loyalitas, dan kinerja terbaik. “Berikan kontribusi terbaik bagi organisasi, bangsa, dan negara. Jadilah ASN yang mampu membanggakan institusi dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Pelantikan yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia itu juga dihadiri jajaran pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN. Momen penandatanganan berita acara sumpah dan janji jabatan menjadi simbol resmi dimulainya perjalanan ribuan ASN baru yang kini memikul tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dan menjaga kepercayaan publik (R002)









